Pemerintah Adat Banyak Menyimpan Budaya Suku-Suku Di Lembah Grime

Busana Budaya Lemba Grime Tarian Yang Di Mainkan Oleh Masyarakat Dari Kampung Oyengsi Wahana Ini Banyak Menarik Banyak Masyarakat Untuk Menyaksikan Kerena Dari Tarian Tersebut Membuat Alam Menjadi Berubah Menjadi Mendung Ini Yang Disebut Dengan Reme Bakum Atau Tarian Bersejahara Yang Perna Di Mainkan Oleh Lehur Nenek Moyang Suku Namblong Wai Demo

Nimboran” lewat sumber wahana nusantara Indonesia timur yang terjadi di pemerintah adat suku lemba grime memperlihatkan bagai mana peran Adat yang menerima pemerintah masuk membahwa ekonomi kedalam adat.

MARSUKI AMBO S ST menjelaskan bahwa distrik nimboran dan sekitarnya menyimpan banyak potensi  lelur warisan nenek monyak masyarakat namlong atau suku-suku yang berada mendiami dataran lembah grime ini mengutarakan emas yang tersimpan oleh masyarakat dewan adat suku lembah grime dari hasil pencapaiyan ini banyak masyarakat lembah grime yang memperlihatkan mulai dari benda budaya sampai dengan makanan kas dan juga cagar alam lemba grime.

Seperti yang terlihat pada kampung gembs yang memperlihatkan batu yang disebut dengan Wai Domu Wo. Ini diceritakan oleh seorang legenda Derek Yambeyapdi menyatakan bahwa Wai Domu Wo duluhnya adir bersama dengan manusai yang di sebut denga Suku,atau golongan, dan Wai Domu Wo ini artinya matahari yang menjadi tiang batu bercahaya nenghidupi masayakat di kampung genyem yeku.

Penokok sagu (ikop) yang pada jama dahulu masarat memakai nya untuk pangkur sagu alat ini bahan nya di ambil dari hujtan dan dibuat denga memakai tali dari anakan pohon sagu ini menunjukan bahwa lembah grime mempunyai beragam alat tradisiona pangkur sagu jika saudara/I ingin melihat alat-alat tersebut bisa lansung dating saja ke distrik nimboran.

Sisir banbu yang di buat masayakat adat duluhnya di buat untuk pakai sisir rambut tetapi masayarakat adat membuatnya lagi sebagai penghias rambut yang biasa disebut denga pita rambut tetapi ini beragam pariasi ini di buat oleh Mama dari kampung ibut dengan kreatifitas tangannya yang linca. Sehingga sudara dapat memesanya dengan alat jalan Ibub kampung ibub distrik kemtk gresi.

Rumah ijo yamo ini adalah rumah adat suku lembah grime yang dahulunya memakai lantai dari pohon nibun dan atap nya memakai daun sagu, rumah adat ini sangat berbobot sekali di bandingkan rumah seng rumah ini biasanya ada di masyarakat yang tingal jauh dari perkampungan warga.

Noken (kubwo) yang dalam bahasa genyem biasa disebut dengan kubwo, noken ini dipakai unuk mengisi alat apa saja yaitu misalnya hasil kebun atau buku asesoris lainnya noken ini jug ada yang di buat dari kulit kayu ada juga yang di buat dari tali pohon noke dan di nyam dengan rapid an di beriwarna dengan warna bua atau daun dari hurtan sehingga bisa liat warnanya.

Tomoko batu (menduwo) ini adalah alat tukar yang biasa di sebut dengan maskawin batu ini kalau di lihat pada suku batu tersebut sangat berarga sekali sehingga batu tersebut masi dijaga an diwariskan pada turun temurun untuk di pakai membayarmaskawin sebagai alat tukar jika ingin mendengar lebi jau ceritanya bisa dating ke kampung gemebs yang bertempat dibapa Derek yampeyapdi.
Dari hasil yang di perlihatkan ini tersimpan di dataran lembah grime juka sodara berminat untuk melihat dan menerawang mendah terseput bisa lansung dating aja ke lembah grime yang berada di sudut kabupaten jayapura jarak untuk mempu dari dandara sentani 43 Km untuk lama perjalanan hanya memakan waktu sekitar satu jam menuju lembah grime.
Hasil yang di capai dalam perjalanan itu indah sekali karna panorama alam nya yang begitu indah menyimpan ijaunya alam lemba grime kodisi perkampungan pung tersimpn di dalam ijaunya alam lembah grime.(http://gemebs- griapon admin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*