Dewan Adat Suku Demutru Memeriakan Vestifal Adat Sebagai Wahana Nusantara.

Nimboran”  masyarakat lembah grime bersama pemerintah kampung distrik dan kabupaten jayapura merayakan HUT kebangitan adat di lembah grima.

Dalam perayaan vestifal kebangkitan adat bertujuan untuk bagai mana memperlihatkan budaya kita pada anak cucu kita datau generasi muda yang akan melanjutkan  warisan dari lehur moyang-moyang

  Lembah Grime Sebagai Pusat Warisan Leluhur yang memperlihatkan dimata dunia bahwa budaya atau cerita sejarah berkembangnya manusia membahwa Budaya suku-suku itu berasal dari lembah grime

Mathius Awoitauw, SE, M.Si Bupati Kabupaten Jayapura menjelaskan bahwa pemerintah adat yang Dalam hal ini memiliki Adat harus bisa mengembankan nya sampai generasi selanjutnya, sehingga  dengan ahdirnya  HUT kebangitan adat Yang Ke V di lakukan di distrik Nimboran di lihat sebagai pemeras Yang Kas dan Unik.

Edison yapsenang S.Sos kepala Distrik nimboran dalam hal INi sebagai penyeleng gara kegiatan Hut kebangkitan Adat Demutru banyak memperliatkan warisan suku-suku pada acara ini sehingga dirinya akan kedepannya melakukan kegiatan ini lebih baik lagi.

KEIATAN KEBANGITAN MASYARAKAT ADAT MEMBUAKAN BANYAK AHL BARU DALAM HARTI ADAT YANG TIDAK DI KETAHUI BISA DI KETAHUI

yang dalam hal ini memperlihatkan tarian-tarian sebagai bentuk tradisi adat jaman nenek moyang jaman dahulu yang di mana tarian itu melam bangkan tarian antar babi pada acara perkawinan dan tarian perburuan masyakat jaman dahulu suku demutru di tadaran lemba grime.

Kegiatan ini berlansung selama dua hari yaitu pada Tanggal 23-24/10/2018 bertempat di lapangan mandalah genyem kota

REME BAKUM Asal lemba grime memainkan tarian –tarian budaya yang di sebut dengan dansa ini adalah sebuah goyang yang yang di mana tarian tersebut melambangkan tarian cari calon suami yang akan di jadikan sebagai spasangan keluarga Baru yang akan melanjutkan Generasi suku demutru Lembah Grime.

Hal ini bentuk aprisiasi pemerintah distik nimboran bersama distrik lain yang berada di lingkungan lembah grime sekaligus pemerintah kabupaten jayapura sangat mendukun Vestifal budaya lembah grime  karna begitu banyak karya-karya baru yang di perlihatkan di stan-stan adat kampung yang memperlihatkan perkembangan cara pembuatan NOKEN dan kampung yang memperkihatkan Ukiran-Ukiran dan asesoris lainnya.

Paul R Yaung selaku panitia yang menyusun rankaya kegitan menyatakan bahwa disrinya sebagai anak Lembah Greime akan selalu mendukung program-program yang berkaitan dengan Kebudayaan karena dirinya melihat bahwa adat adalan jadi diri kita adak-anak lembah grime yang harus di jaga bersama.

Pemerintah kampung dan distrik sedataran lemba grime mengatakan bahwa acara yang di lakukan oleh kami ini akan terus kamiperjuankan sampai generasi kita tau tentang Adat adalah jati diri kita kerena mengigat banyak budaya-budaya Luar yang banyak masuk ke Lemba Grime jadi untuk menjaga jagan sampai ada pergeseran Adat kami sebagai anak asli lembah grime akan kami perjuangkan terus.(http://gemebs-naftali griapon admin)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*