Sagu Sebagai votensi Pagan Masyarakat Kampung Gemebs

Gemebs”- pengolahan sagu oleh masyarakat kampung gemebs mengikuti perkembangan teknologi kita masyarakat mengunakan mesin pangkur sagu. 10/02-2018. Sehingga dalam pengolahan sagu yang dulunya memakai penokok  kini sekarang sudah memakai mesin untuk meringankan masyarakat dalam mengolah sagu.

Dalam hal ini kemajuan masyarakat untuk pangkur sagu itu sudah sangat maju dalam mengolah pohon sagu menjadi pati, sehingga untuk di jadi kan makanan pokok.

Sagu yang di olah mengunakan mesin oleh masyarkat kampung gemebs mengolah sagu bisa mencapai 3 pohon dalam sehari ini berarti pagan masyarakat dengan hasil olahan sagu bisa mencukupi kebutuhan makan masyarakat dalam 1 tahun.

Di kampung gemebs pohon sagu sebagai aset pendukun masyarakat  kampung dalam memberikan makan walau pun demikian Harun Warisyu sala satu masyarakat kampung gemebs yang memiliki kehalian di bidan pangkur sagu dan ini juga termasuk salah satu penujan potensi kampung gemebs.

Maka degan sagu masyarakat bisa memjual sagu dengan harga 300.000 samapai 500.000 perkarung ini adalah sala satu aset penunjang masyarakat kampung gemebs.

Maka dengan itu harus warisyu berharap pada masyarakat untuk selalu menjaga hutan sagu, karna dengan adanya pohon sagu masyarakat kita bisa mengambil nya untuk di jadikan makanan dan juga bisa di jual untuk menunjan kebutuhan masyarakat.

Menurut dirinya sagu ini adalah aset kampung yang bisa di olah untuk di pakai masyarakat sehinnga hal ini harus kita jaga alam hutan sagu kita agar kampung gemebs punya potensi hutan sagu yang luas.

Untuk itu kepala kampung gemebs akan mengusakan agar kampung gemebs bisa mengolah tepung sagu menjadi kue sagu dari hasil olahan tangan masyarakat kampung gemebs sendiri (griapon naftali-gemebs)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*